December 8, 2011
Taukah anda, ternyata kulit durian bisa di pakai untuk membuat batre sendiri lho? gak percaya? cobain nih tips unik berikut ini, cara membuat batre sendiri dari kulit durian.
Indonesia sebenarnya punya sumber daya manusia yang cukup bisa bersaing. Ini terbukti dari beberapa kejuaraan yang diikuti dari fisika, matematika, Indonesia selalu mendapat nomor. Tapi entah mengapa semua seolah hilang tidak berbekas.
Kini ada lagi 2 orang siswa SMA 2 Kudus, Huwaida Najla Audina, siswa kelas unggulan X2, dan Avip Noor Yulian, siswa kelas unggulan X1 yang akan mengikuti Apec Future Scientist Conference 2011 di Taiwan, 11-15 April 2011 itu mempresentasikan hasil penelitiannya. Audina meneliti kulit durian sebagai pengganti penghantar listrik baterai, adapun Avip membuat etanol dari ampas tahu.
Untuk membuat baterai :
1. Kupas dahulu kulit durian, pilih yang bagian putihnya
2. Tumbuk hingga halus
3. Setelah halus, ambil baterai. Nah disini syaratnya menggunakan baterai bekas dan kedua elemen baterai yang lain yaitu karbon dan seng dalam kondisi baik tidak berkarat.
4. Buang arang dalam baterai
5. Masukan kulit durian yang ditumbuk tadi
6. Tutup kembali baterai tersebut
7. sekarang Cek dengan AVO meter, maka akan menunjukan seperti baterai pada umumnya.
Baterai cap kulit durian ini mampu bertahan selama 5 jam.
Selamat Mencoba ..
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan ...
Cara buka batrenya gimana ya
@all: jgn prnah klian berkata sperti itu, memang pemerintah skrg bgini adanya py negara INDONESIA negara kalian jga. jdi jgn pernah mempunyai pikiran spreti itu, yg sharusnya kalian pikirkan itu bagaimana caranya membuat negara tercinta kita ni lebih maju n sejahtera rakyatnya. Don’t give up????
bener tu…buat noname pahala ama manfaatnya lebih bagus untuk orang banyak dr pd untuk negara……kumpul2 income malah ditelen pejabat
teknologi2 perintis ini perlu dikembangkan ,tp apa guna negara lebih suplay pada politik,partai(semuanya itu “dancuuk an “,nggateli,anjing,tikus),suplay pendidikan,penemuan2 baru
betul negara ini mengutamakan politisi daripada teknisi,ilmuwan,invention,sebetulnya banyak sekali anak2 bangsa ini yang mempunyai ide2 teknologi,tp apa guna pemerintahnya hanya melulu membahas politik,kapan negara ini bisa bersaing dengan negara lain?lebih baik ide2 ini digunakan untuk lingkungan kita sendiri
Saluut utk Huwaida Najla Audina & Avip Noor Yulian… smoga bs jd contoh bg yg lain…, kreatif dan membanggakan… tp jd ikut sediih jg atas kelangsungan hasil penelitian yg tidak diapresiasi or raib gak ada beritanya…
Menunggu waktu yang baik, pada saatnya mereka akan muncul dengan serempak, yaitu ketika para pemimpinnya adil.
Anak muda yang kreatif dan Inovatif, tp sayang Pemerintah tak pernah terlalu perhatian dengan generasi-generasi muda berprestasi seperti ini….bisa jadi saat besar mereka justru harum dinegara lain…
di indonesia orang cerdas gk kepake dan gk dihargai jd lebih baik cerdas utk diri sendiri dan bermanfaat utk orang banyak jgn (pernah) buat negara, PERCUMA…
di Indonesia lbh di cari orang “pintar” yg tau cara menggunakan uang rakyat..